PERINTAHKAN UMATMU AGAR BERBEKAM, WAHAI MUHAMMAD ! (1) |
Kepada setiap muslim dan muslimah di seluruh penjuru dunia, timur dan baratnya, saya menghadirkan di hadapan anda semua sebuah kekayaan terpendam, mutiara tersembunyi, Sunnah yang telah dilupakan oleh banyak umat Islam, dan penyembuh segala penyakit dengan izin Alloh, di mana Rosul dan kekasih kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Berobatlah, wahai hamba-hamba Alloh, sesungguhnya Alloh tidak menciptakan suatu penyakit, kecuali menciptakan obat baginya….. diketahui oleh yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh yang tidak mengetahuinya”. (Dishohihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim).
Pengobatan ada dua macam, yaitu pengobatan fisik dan itulah yang dimaksud dalam pembahasan ini, serta pengobatan hati di mana pengobatannya hanya bisa dilakukan dengan petunjuk yang dibawah oleh Rasulullah.
Adapun pengobatan fisik, maka sebagian caranya diriwayatkan dari Rasulullah dan sebagian lagi berasal dari sumber lain, di mana kebanyakannya adalah pengalaman.
Cobalah kita perhatikan hadits-hadits atau sebagian hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah mengenai pengobatan, seperti hadits Usahah bin Syarik dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Berobatlah wahai hamba-hamba Alloh, sesungguhnya Alloh tidak menciptakan suatu penyakit kecuali menciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit saja, yaitu tua renta”.
Hadits di atas dishohihkan oleh Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Khuzaimah. Dalam redaksi lain, “….kecuali as-sa’m”, yakni kematian.
Ini merupakan anjuran Rosulullah kepada umatnya agar berobat, sekaligus informasi bahwa segala penyakit, entah itu penyakit kuno maupun modern dan yang sudah muncul maupun belum, semuanya ada obatnya dengan izin Alloh. Kita bisa melihat hal itu lebih jelas lagi dalam hadits marfu’ yang diriwayatkan melalui Jabir :
“Setiap penyakit ada obatnya, apabila obat tepat mengenai penyakit, maka akan terwujud kesembuhan dengan izin Alloh Ta’ala”. (HR. Muslim).
Dalam hadits ini terdapat isyarat bahwa kesembuhan itu terletak pada akurasi obat dengan izin Alloh. Sebab, kadang-kadang obat yang diberikan melebihi takaran, atau metode pengobatan maupun kuantitasnya keliru, sehingga tidak membawa hasil, bahkan justru menciptakan penyakit lain. Hal semacam ini banyak kita lihat di zaman sekarang dalam penggunaan obat-obatan kimia dan efek sampingnya yang mengerikan. Anda mungkin pernah melihat pasien penyakit rematik, misalnya, yang terkena luka lambung karena ia menjalani pengobatan rematik. Dan ketika ia menjalani pengobatan luka lambungnya, ia terkena penyakit jantung, demikian seterusnya.
Kadang-kadang satu obat berkhasiat menyembuhkan satu penyakit, tetapi berefek menimbulkan banyak penyakit lain, dan hanya kepada Alloh kita memohon pertolongan. Diriwayatkan dari Anas :
“Sesungguhnya Alloh ketika menciptakan penyakit, pasti menciptakan obat, maka hendaklah kalian berobat !”. (HR. Ahmad).
Mungkin perintah di dalam hadits ini dipahami sebagai perintah berobat secara mutlak, tanpa peduli apakah obat tersebut halal atau haram. Akan tetapi hadits marfu’ yang diriwayatkan Abu Darda membatasi pencarian obat ini hanya pada obat-obatan yang dihalalkan oleh Alloh, di mana Rasulullah bersabda :
“Sesungguhnya Alloh telah menciptakan obat untuk setiap penyakit, maka berobatlah kalian, tetapi jangan berobat dengan sesuatu yang diharamkan”. (HR. Abu Dawud).
Jadi, berobat merupakan perintah syariat, meskipun boleh saja seseorang bersabar dengan penyakit dalam rangka mencari pahala (Dan secara syar’i tidak dimakruhkan tidak berobat, sekalipun hidup seseorang dalam bahaya). Namun berobat lebih dicintai. Upaya untuk berobat sama sekali tidak bertentangan dengan tawakal seseorang kepada Alloh, karena upaya mencari kesembuhan itu tergantung kepada takdir dan kehendak Alloh, sebagaimana dalam hadits Jabir, “….dengan izin Alloh.”.
(bersambung ke PERINTAHKAN UMATMU AGAR BERBEKAM, WAHAI MUHAMMAD ! (2) insyaAlloh)
Sumber : Bekam, Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis, karya : Syihab Al-Badri Yasin)
